Pernah terlihat kucing menekan-nekan selimut, bantal, atau pangkuan menggunakan kedua kaki depannya secara bergantian? Gerakan tersebut disebut menguleni atau kneading. Karena menyerupai gerakan menguleni adonan, kebiasaan ini juga dikenal dengan istilah making biscuits.
Menguleni merupakan perilaku alami yang sudah dilakukan kucing sejak masih bayi. Pada kucing dewasa, kebiasaan ini sering muncul ketika sedang bersantai, mendengkur, atau bersiap tidur.
Namun, kenapa kucing suka menguleni? Apakah gerakan tersebut selalu menandakan rasa sayang, atau ada alasan lain di baliknya?
Apa Itu Kebiasaan Menguleni pada Kucing?
Gerakan Kaki yang Menyerupai Menguleni Adonan
Ketika menguleni, kucing menekan permukaan menggunakan kaki depan secara bergantian. Gerakannya biasanya berirama dan dilakukan berulang kali.
Sebagian kucing menguleni dengan cakar tersembunyi, sedangkan sebagian lainnya mengeluarkan cakar ketika menekan permukaan. Kedua perilaku tersebut dapat ditemukan pada kucing yang sehat.
Kebiasaan yang Dimulai Sejak Bayi
Anak kucing secara alami menguleni bagian perut induknya ketika menyusu. Gerakan ini membantu merangsang keluarnya susu.
Aktivitas menyusu juga berkaitan dengan kehangatan, rasa aman, dan kedekatan dengan induk. Kebiasaan menguleni dapat terus terbawa hingga kucing tumbuh dewasa.
Tidak Semua Kucing Sering Menguleni
Ada kucing yang menguleni hampir setiap kali hendak tidur. Ada pula yang hanya melakukannya sesekali atau jarang terlihat menguleni.
Perbedaan tersebut merupakan bagian dari variasi perilaku setiap kucing. Jarang menguleni bukan berarti kucing tidak bahagia atau tidak menyukai pemiliknya.
Kenapa Kucing Suka Menguleni?
Merasa Nyaman dan Aman
Salah satu alasan umum kucing menguleni adalah rasa nyaman.
Kucing yang sedang berbaring di atas selimut lembut atau menikmati belaian mungkin mulai menggerakkan kedua kaki depannya. Perilaku tersebut sering disertai dengkuran, mata setengah tertutup, dan tubuh yang rileks.
Pada situasi seperti ini, menguleni dapat menjadi tanda bahwa kucing sedang menikmati suasana.
Mengingat Kenyamanan Saat Menyusu
Kebiasaan menguleni pada kucing dewasa diduga berkaitan dengan pengalaman ketika masih menyusu.
Gerakan yang sama dapat membantu menciptakan perasaan tenang dan aman. Itulah sebabnya sebagian kucing menguleni sambil mengisap ujung selimut atau kain lembut.
Namun, perilaku tersebut tidak berarti semua kucing dewasa yang menguleni sedang mencari susu.
Mempersiapkan Tempat Tidur
Sebagian kucing menguleni selimut atau tempat tidurnya sebelum merebahkan tubuh.
Perilaku ini diduga berkaitan dengan naluri mempersiapkan permukaan yang nyaman untuk beristirahat. Setelah beberapa saat menguleni, kucing biasanya berputar, meringkuk, lalu tertidur.
Meninggalkan Aroma pada Tempat Favorit
Kucing memiliki kelenjar aroma di sekitar bantalan kakinya. Ketika menguleni, aroma dari kelenjar tersebut dapat tertinggal pada permukaan yang disentuh.
Penandaan aroma membantu menciptakan lingkungan yang terasa akrab. Selimut, bantal, atau tempat tidur favorit pun dapat memiliki aroma yang dikenali kucing.
Kenapa Kucing Menguleni Tubuh Pemilik?
Merasa Aman Berada di Dekat Pemilik
Kucing yang naik ke pangkuan kemudian mulai menguleni mungkin sedang menikmati kehangatan dan rasa aman.
Apabila perilaku tersebut disertai tubuh yang santai, mata terpejam, dan dengkuran lembut, kemungkinan besar kucing merasa nyaman dengan interaksi yang sedang berlangsung.
Mencari Tempat Beristirahat
Pangkuan atau bagian tubuh pemilik yang hangat dapat menjadi tempat tidur yang menarik bagi kucing.
Sebelum merebahkan tubuh, kucing mungkin menguleni pakaian atau selimut yang berada di atas pangkuan. Setelah menemukan posisi yang nyaman, kucing akan berhenti menguleni dan mulai beristirahat.
Apakah Menguleni Berarti Sayang?
Menguleni tubuh pemilik dapat berkaitan dengan rasa percaya dan kedekatan. Namun, perilaku ini tidak dapat dijadikan satu-satunya ukuran kasih sayang kucing.
Ada banyak cara lain kucing menunjukkan kedekatan, seperti mengikuti pemilik, tidur di dekatnya, menggesekkan kepala, atau mencari perhatian.
Kucing yang tidak pernah menguleni tubuh pemilik tetap dapat memiliki hubungan yang dekat dengannya.
Kenapa Kucing Menguleni Selimut?
Menyukai Permukaan yang Lembut
Selimut, bantal, dan kasur memiliki tekstur yang nyaman untuk ditekan menggunakan kaki.
Sebagian kucing bahkan memiliki satu selimut favorit yang selalu digunakan ketika hendak tidur. Permukaan dan aroma yang sudah dikenal mungkin membuat kucing merasa lebih tenang.
Menguleni Sambil Mengisap Selimut
Beberapa kucing menguleni sambil mengisap atau menggigit lembut bagian ujung selimut.
Kebiasaan ini dapat berkaitan dengan perilaku menyusu ketika masih kecil. Selama tidak menyebabkan luka atau membuat kucing menelan serat kain, perilaku tersebut umumnya tidak perlu langsung dihentikan.
Namun, apabila kucing mulai mengunyah dan menelan kain, pemeriksaan dokter hewan diperlukan karena bahan yang tertelan dapat menimbulkan masalah pencernaan.
Menguleni Sambil Mendengkur
Menguleni dan mendengkur sering terjadi bersamaan ketika kucing sedang menikmati waktu istirahat.
Kombinasi tersebut biasanya menunjukkan rasa nyaman, terutama apabila kucing terlihat santai dan tidak menunjukkan tanda ketegangan.
Meski demikian, dengkuran maupun menguleni juga dapat muncul sebagai upaya menenangkan diri ketika kucing merasa tidak nyaman.
Apakah Kucing Menguleni Saat Stres?
Menguleni untuk Menenangkan Diri
Selain berkaitan dengan rasa nyaman, menguleni diduga dapat membantu sebagian kucing menenangkan diri ketika menghadapi situasi yang menegangkan.
Perubahan lingkungan, kedatangan hewan baru, atau gangguan pada rutinitas sehari-hari mungkin memengaruhi kebiasaan kucing.
Perhatikan Perubahan Frekuensi
Kucing yang biasanya jarang menguleni tetapi tiba-tiba melakukannya terus-menerus perlu diamati.
Perubahan tersebut belum tentu menandakan masalah. Namun, apabila disertai perilaku bersembunyi, gelisah, atau kehilangan minat bermain, kemungkinan adanya stres atau gangguan kesehatan perlu dipertimbangkan.
Amati Bahasa Tubuh
Arti menguleni lebih mudah dipahami apabila disertai pengamatan terhadap bahasa tubuh.
Kucing yang nyaman biasanya memiliki tubuh rileks, mata lembut, dan telinga dalam posisi alami.
Sebaliknya, tubuh kaku, telinga menekuk ke belakang, atau perilaku menghindar dapat menunjukkan ketidaknyamanan.
Cara Menghadapi Kucing yang Suka Menguleni
Sediakan Selimut Khusus
Apabila kucing sering menguleni tubuh pemilik hingga menimbulkan rasa sakit akibat cakar, selimut tebal dapat digunakan sebagai pelindung.
Selimut tersebut juga dapat diletakkan di tempat istirahat favorit agar kucing memiliki permukaan khusus untuk menguleni.
Rawat Kuku Secara Teratur
Kuku yang terlalu panjang dapat membuat gerakan menguleni terasa menyakitkan ketika mengenai kulit.
Pemotongan ujung kuku secara teratur dapat membantu mengurangi masalah tersebut. Pemotongan harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak mengenai bagian kuku yang memiliki pembuluh darah dan saraf.
Hindari Memarahi Kucing
Menguleni merupakan perilaku alami, bukan tindakan nakal yang sengaja dilakukan untuk mengganggu pemilik.
Memarahi atau menghukum kucing dapat menimbulkan rasa takut dan justru memperburuk stres.
Apabila kebiasaan menguleni mengganggu, perhatian kucing dapat dialihkan secara lembut menuju selimut atau tempat tidur yang sesuai.
Biarkan Kucing Menentukan Waktu Berhenti
Kucing yang sedang menguleni tidak selalu ingin dielus atau digendong.
Sebagian kucing lebih menyukai ketenangan ketika melakukan kebiasaan tersebut. Memberikan ruang dan memperhatikan bahasa tubuh dapat membantu menjaga kenyamanannya.
Kapan Kebiasaan Menguleni Perlu Diwaspadai?
Menguleni Secara Berlebihan
Menguleni yang tiba-tiba menjadi jauh lebih sering, berlangsung sangat lama, atau tampak sulit dihentikan perlu diperhatikan, terutama apabila berbeda dari kebiasaan normal kucing.
Perubahan perilaku yang menetap dapat menjadi alasan untuk berkonsultasi dengan dokter hewan.
Disertai Tanda Gangguan Kesehatan
Pemeriksaan juga diperlukan apabila perubahan kebiasaan menguleni disertai penurunan nafsu makan, kesulitan bergerak, bersembunyi terus-menerus, atau perubahan kebiasaan menggunakan kotak pasir.
Menguleni saja tidak cukup untuk menentukan apakah kucing sedang sakit. Kondisi keseluruhan dan perubahan perilaku lainnya perlu diperhatikan.
Mengunyah atau Menelan Kain
Kucing yang menguleni sambil menelan potongan selimut, benang, atau bahan lain berisiko mengalami gangguan pencernaan.
Kebiasaan tersebut perlu ditangani agar kucing tidak menelan benda yang berbahaya. Apabila diduga sudah menelan kain atau benang, segera hubungi dokter hewan.
Kesimpulan
Kucing suka menguleni karena berbagai alasan, mulai dari kebiasaan sejak menyusu, rasa nyaman, persiapan tidur, hingga penandaan aroma pada tempat favorit.
Ketika kucing menguleni tubuh pemilik sambil mendengkur dan terlihat santai, perilaku tersebut sering berkaitan dengan rasa aman dan kedekatan.
Namun, menguleni tidak selalu memiliki arti yang sama. Memahami bahasa tubuh dan mengenali kebiasaan sehari-hari membantu pemilik membedakan perilaku normal dengan perubahan yang membutuhkan perhatian.
Catatan: Artikel ini merupakan tulisan berbagi informasi dari sesama pencinta kucing, bukan ditulis oleh dokter hewan atau pakar perilaku hewan. Informasi yang disampaikan bersifat umum dan tidak menggantikan pemeriksaan maupun saran profesional. Apabila kebiasaan menguleni berubah secara mendadak atau disertai tanda gangguan kesehatan, pemeriksaan dokter hewan tetap diperlukan.
Ilustrasi dibuat dengan bantuan AI berdasarkan konsep artikel.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar